Sejarah

Sejarah GPIB

GPIB didirikan pada 31 Oktober 1948 sebagai bagian dari GPI (Gereja Protestan di Indonesia) yang awalnya bernama “De Protestantse Kerk in Westelijk Indonesie” berdasarkan Tata-Gereja dan Peraturan-Gereja yang dipersembahkan oleh proto-Sinode kepada Badan Pekerja Am (Algemene Moderamen) Gereja Protestan Indonesia.

Teologi GPIB didasari ajaran Reformasi dari Yohanes Calvin, seorang tokoh Reformasi Gereja Protestan berkebangsaan Perancis yang pindah ke Jenewa, Swiss dan memimpin gereja di sana.

Dalam pengakuan dan pemahaman imannya, GPIB mengaku bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan, Anak Allah, Juruselamat Dunia dan Kepala Gereja yang adalah Sumber Hidup, sebagaimana disaksikan dalam Alkitab.

Dalam menata dan mengembangkan panggilan dan pengutusan, GPIB menganut sistem Presbiterial Sinodal yang dilaksanakan oleh para Presbiter yaitu Pendeta, Penatua dan Diaken bersama seluruh anggota Jemaat GPIB.

Pimpinan GPIB berada di tangan Majelis Sinode yang dibantu oleh Dewan-dewan Pelayanan Kategorial, Departemen-departemen, dan sejumlah Yayasan untuk melaksanakan berbagai program pelayanannya.

Program-program pelayanannya mencakup pendidikan, pelayanan kesehatan, pembangunan masyarakat, dll. GPIB juga aktif di dalam dialog antar-iman dengan umat beragama lainnya dan kegiatan penerbitan untuk kebutuhan internal dan eksternal.

GPIB hadir di tengah dan bersama masyarakat, bangsa dan negara Republik Indonesia di 26 Provinsi yang berada di Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, serta pulau-pulau sekitarnya sesuai dengan wilayah yang ditetapkan pada waktu GPIB didirikan sebagai Gereja yang mandiri.

GPIB adalah anggota dari GPI, Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Dewan Gereja-gereja Asia (CCA), Aliansi Gereja-gereja Reformasi se-Dunia (WARC), dan Dewan Gereja-gereja se-Dunia (WCC).


 

Sejarah GPIB Jemaat “Koinonia”

Kompleks gereja yang berada di ujung Jalan Matraman ini merupakan gereja pertama di kawasan timur Batavia, saat Meester Cornelis Senen membuka Pos Pelayanan berbahasa Melayu di kawasan ini tahun 1656-1661.

Gedung Gereja ini awalnya dibangun sekitar tahun 1889, kemudian direnovasi pada tahun 1911-1916 dan diberi nama Bethelkerk. Dipakai oleh De Protestantse Kerk in Westelijk Indonesie, kemudian menjadi GPIB Bethel Jemaat Djatinegara dan pada 1 Januari 1961 menjadi GPIB Jemaat “Koinonia” Jakarta.  Koinonia berarti “Persekutuan” (dari bahasa Yunani).

Arsitekturnya bergaya vernacular, penerapan gable Belanda dan penerapan salib Yunani pada pediment tympanium. Denah gereja dipengaruhi aturan geometrik. Bentuk segi empatnya dibagi tepat menjadi sembilan bagian, dimana empat sudut terluar berfungsi sebagai ruang tangga, sehingga bagian dalam gereja berbentuk salib simetri. Ruang-ruang tangga dari luar terlihat seperti menara.

Beberapa Dominus/Pendeta (Ketua Majelis Jemaat) yang pernah bertugas di GPIB Jemaat “Koinonia”:
Ds. F. Pelupessy (bertugas tahun 1936-1942)
Ds. J.J. Ayal (1942)
Ds. Leur P. Waney (1942-1946)
Ds. R. Polii (1946-1947)
Ds. L.Y. Hursepunny (1947-1948)
Ds. S.J. Manuputty (1948)
Ds. H. Supusepa (1948)
Ds. F.J. Noya (1949-1951)
Ds. S.J. Manuputty (1951-1955)
Pdt. Jacob Sapulete (1955-1976)
Pdt. Victor Manuel Rumondor, STh (1976-1984)
Pdt. Dr. Jan Hendrik Rapar (1984-1989)
Pdt. Timothy Inswiadji, MTh (1989-1994)
Pdt. J.P. Tomasouw, STh (1994-1998)
Pdt. Dra. Anna Maartje Rondo-Wokas (1998-2003)
Pdt. Rudolf Andreas Tendean, STh (2003-2008)
Pdt. Mora Simatupang, BTh (2009-2012)
Pdt. Ellen Polii-Tamunu, SPAK (2013-2018)

 


  • Calendar

    July 2016
    S M T W T F S
    « Jun    
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    24252627282930
    31  
  • About

    Website GPIB (Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat) Jemaat "Koinonia" - Jakarta ini dibuat sebagai media informasi bagi Jemaat Koinonia, sebagai pelengkap Warta Jemaat.

    Infomasi lebih lengkap dapat dibaca di Warta Jemaat tertulis yang dibagikan setiap Ibadah Minggu.
    Tuhan memberkati!
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: